Senin, 04 Juni 2012

Laporan Pengenalan Alat Kultur Jaringan


I.      PENDAHULUAN
1.1.        Latar Belakang
Bioteknologi merupakan pemanfaatan makhluk hidup untuk mengubah bahan menjadi produk dan jasa dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmiah. Tumbuhan memiliki sifat totipotensi yang besar, sedangkan hewan memiliki sifat totipotensi yang kecil, tapi pada saat fase embrio hewan memiliki sifat totipotensi yang besar.
Kultur jaringan adalah menumbuhkan sel atau jaringan pada medium tertentu dalam kondisi suci hama(aseptis), melalui kultur sel perbanyakan tumbuhan/hewan dapat dilakukan secara cepat, jumlahnya terbatas, hemat tempat dan waktu, serta memiliki sifat identik. Perbanyakan itu melalui teknik kloning (reproduksi sexual). Kultur sel tumbuhan dapat ditumbuhkan menjadi individu baru, sedangkan kultur sel hewan tidak bisa.
Alat-alat yang digunakan dalam kultur jaringan harus steril. Maka dari itu dalam laboratorium bioteknologi terdapat ruangan- ruangan khusus yaitu ruang sterilisasi, ruang media, laboratorium, ruang dokumentasi, dan laboratorium produksi kultur. Dalam ruang sterilisasi terdapat botol kultur, cawan petridish, oven, tabung reaksi, autoclave, kompor listrik, dan inkubator. Dalam ruang media terdapat botol-botol kultur yang berisi media yang tempatkan pada rak penyimpanan khusus. Dalam laboratorium terdapat timbangan analitik dan pipet micron. Dalam ruang dokumentasi terdapat pH meter. Dan dalam laboratorium produksi kultur terdapat laminar air flow.
Maka berdasarkan hal tersebut di atas, perlu di lakukan pengenalan alat-alat dalam pembuatan media kultur jaringan. Hal ini di harapkan dapat membantu jalannya praktikum selanjutnya yaitu pembuatan media.
1.2.        Tujuan dan kegunaan
Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui alat-alat yang digunakan dalam kultur jaringan dan sterilisasinya.
Kegunaan dari praktikum ini yaitu sebagai bahan informasi bagi pembaca khususnya mahasiswa dalam mempelajari kultur jaringan.
II.   TINJAUAN PUSTAKA
            Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap (Tribowo, 2008).
Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional (Zulkarnain, 2009).
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril (Aryulina, 2004).
   Alat-alat yang digunakan dalam kultur jaringan yaitu botol kultur, cawan petridish, oven, tabung reaksi, autoclave, kompor listrik, incubator, Erlenmeyer, rak penyimpanan media, timbangan analitik, pipet micron, pH meter dan laminar air flow (Anonim, 2011).
Fungsi dari botol kultur yaitu tempat untuk mengkulturkan atau menanam eksplan. Cawan petridish berfungsi sebagai tempat untuk memotong-motong eksplan yang akan di tanam dalam botol kultur. Oven berfungsi sebagai alat sterilisasi kering. Tabung reaksi digunakan pada saat mengerjakan isolasi protoplas dan isolasi khloroplas. Autoclave berfungsi untuk mensterilkan bahan atau alat yang pada umumnya terbuat dari logam, plastik, karet, tekstil gelas juga liquid (cairan) dalam keadaan terbungkus maupun tidak. Kompor listrik untuk pemanas saat memasak media. Inkubator berfungsi untuk mensterilisasi alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum. Erlenmeyer berfungsi sebagai alat penampung bahan yang akan dipanaskan. Rak penyimpanan media berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan media yang telah jadi. Timbangan analitik berfungsi sebagai alat untuk menimbang nutrisi. Pipet micron berfungsi untuk mengambil nutrisi yang akan diberikan pada media. pH meter berfungsi untuk mengukur pH suatu media. Dan laminar air flow berfungsi sebagai tempat untuk sterilisasi media (Anonim, 2010)
            Botol-botol kultur, tabung reaksi, erlenmeyer dan cawan petridish yang dipergunakan sebagai wadah kultur jaringan biasanya disterilisasi dalam oven. Botol-botol yang sudah dicuci bersih dimasukkan dalam oven dan dipanaskan selama 4 jam pada temperatur 160°C. Setelah disterilisasi dapat langsung digunakan. Bila botol akan disimpan untuk beberapa lama maka sewaktu sterilisasi, mulut botol harus ditutup dengan aluminium foil (Anonim, 2010).
            Alat sterilisasi baik media maupun peralatan yang digunakan untuk proses isolasi dan penanaman eksplan yang sering digunakan adalah autoklaf. Tipe autoklaf yang dapat digunakan untuk sterilisasi ada bermacam-macam, mulai dari yang sederhana sampai digital (terprogram). Autoklaf yang sederhana menggunakan sumber uap dari pemanasan air yang ditambahkan ke dalam autoklaf. Pemanasan air dapat menggunakan kompor atau api Bunsen. Dengan autoklaf sederhana ini, tekanan dan temperatur diatur dengan jumlah panas dari api (Anonim, 2011).

III. METODOLOGI
3.1.      Tempat dan Waktu
            Praktikum pengenalan alat dan sterilisasi ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi, Pusat Kegiatan Penelitian, Universitas Hasanuddin, Makassar pada Hari Kamis, 14 Maret 2011 pukul 16.00 sampai selsai.
3.2.      Alat dan Bahan
   Alat yang diperkenalkan dalam praktikum ini yaitu botol kultur, cawan petridish, oven, tabung reaksi, autoclave, kompor listrik, incubator, erlenmeyer, rak penyimpanan media, timbangan analitik, pipet micron, pH meter dan laminar air flow. Adapun bahan yang diperkenalkan yaitu label, tissue dan bahan media untuk biakan.
3.3.      Prosedur Kerja
            Adapun prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum ini yaitu:
1.    Praktikan mengikuti asisten masuk dalam ruangan.
2.    Asisten menjelaskan alat-alat yang digunakan dalam kultur jaringan
3.    Praktikan mencatat nama alat dan fungsi masing-masing alat tersebut
4.    Memindahkan catatan tersebut pada buku penuntun
5.    Memeriksakan pada asisten
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.      Hasil
No.
Alat Dan Bahan
Fungsi
Metode Sterilisasi
1.

Botol Kultur
Berfungsi sebagai tempat untuk mengkulturkan atau menanam eksplan
Srerilisasi kering
2.

Cawan Petri
Berfungsi sebagai tempat untuk memotong-motong eksplan yang akan ditanam dalam botol kultur
Srerilisasi kering
3.

Oven
Berfungsi sebagai alat untuk mensterilisasi alat yang akan digunakan dalam media kultur
Sterilisasi Kering
4.


Tabung Reaksi
Digunakan pada saat mengerjakan isolasi protoplas dan isolasi kloroplas
Srerilisasi kering
5.

Autoclave
Berfungsi untuk mensterilisasi ahan atau alat yang pada umumnya terbuat dari logam, plastik dll. Dalam keadaan terbungkus maupun tidak
Sterilisasi basah
6.

Kompor Listrik
Berfungsi untuk pemanas saat memasak media

7.

Inkubator
Untuk mensterilisasi alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
Sterilisasi kering
8.

Erlenmeyer
Berfungsi seagai tempat untuk memanaskan media yang akan dibuat
Srerilisasi kering
9.

Rak Penyimpanan Media
Berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan botol-botol kultur yang berisi media

10.

Timbangan Analitik
Berfungsi untuk menimbang nutrisi yang akan diberikan pada media

11.

Pipet Mikron
Berfungsi untuk mengambil nutrisi yang akan biberikan pada media dalam skala keci (micro)

12.

pH Meter
Berfungsi untuk mengukur pH suatu media

13.

Laminar Air Flow
Berfungsi sebagai alat untuk mensterilisasikan media
Sterilisasi kering
                                                                                                                             
4.2.      Pembahasan
            Botol kultur merupakan tempat untuk mengkulturkan atau menanam eksplan. Cara sterilisasinya yaitu dicuci bersih kemudian dimasukkan dalam oven dan dipanaskan selama 4 jam pada temperatur 160°C. Setelah disterilisasi dapat langsung digunakan. Bila botol akan disimpan untuk beberapa lama maka sewaktu sterilisasi, mulut botol harus ditutup dengan aluminium foil.
            Cawan petridish berfungsi sebagai tempat untuk memotong-motong eksplan yang akan di tanam dalam botol kultur. Cara sterilisasinya yaitu dicuci bersih kemudian dimasukkan dalam oven tetapi terlebih dahulu dibuingkus dengan kertas.
            Oven berfungsi sebagai alat untuk mensterilisasikan alat-alat dengan cara memasukkan alat-alat kultur kedalamnya dengan mengatur tekanan dan waktu yang dibutuhkan dalam sterilisasi tersebut.
            Tabung reaksi digunakan pada saat mengerjakan isolasi protoplas dan isiolasi khloroplas. Cara sterilisasinya yaitu dicuci bersih kemudian dimasukkan dalam oven.
            Autoclave berfungsi untuk mensterilkan bahan atau alat yang pada umumnya terbuat dari logam, plastik, karet, tekstil gelas juga liquid (cairan) dalam keadaan terbungkus maupun tidak. Cara menggunakannya yaitu alat-alat yang digunakan dimasukkan kedalamnya kemudian mengatur tekanan dan waktu yang akan digunakan.
            Kompor listrik untuk pemanas saat memasak media. Alat ini digunakan untuk mengocok media cair sambil dipanasi. Setelah alat ini dihubungkan dengan arus listrik, maka alat ini akan menghomogenkan sekaligus memanaskannya.

Inkubator  berfungsi untuk mensterilisasi alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum. Cara menggunakannya yaitu memasukkan alat dan bahan kemudian mengatur tekanannya.
Erlenmeyer berfungsi sebagai tempat untuk memanaskan media yang akan dibuat. Cara menggunakannya yaitu mencuci bersih alat tersebut kemudian memasukkan bahan yang akan dibuat media dan selanjutnya dipanaskan pada kompor listrik.
Rak penyimpanan media berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan botol-botol kultur yang berisi media. Rak ini juga harus selalu dibersihkan agar tetap steril.
Timbangan analitik berfungsi untuk menimbang nutrisi yang akan diberikan pada media. Timbangan analitik sangat penting dalam kultur jaringan karena memudahkan untuk mengukur nutrisi.
Pipet micron berfungsi untuk mengambil nutrisi yang akan diberikan pada media. Cara menggunakannya yaitu dengan memasukkan alat tersebut ke dalam nutrisi yang akan diambil kemudian mengeluarkannya pada wadah yang berisi media.
pH meter berfungsi untuk mengukur pH suatu media yang dibuat dengan menetralkan alat tersebut kemudian memasukkan ujung alat tersebut pada media yang telah jadi.
Laminar air flow berfungsi sebagai alat untuk mensterilisasikan media. Penggunaan alat ini sangat penting karena digunakan untuk melakukan pembuatan eksplan dan juga pengambilan tanaman mini yang telah jadi dari hasil kultur jaringan.

V. PENUTUP
5.1.  Kesimpulan
            Dari hasil praktikum tersebut dapat disimpulkan bahwa alat-alat tersebut mempunyai fungsi masing-masing.
1.     Botol kultur merupakan tempat untuk mengkulturkan atau menanam eksplan.
2.    Cawan petridish berfungsi sebagai tempat untuk memotong-motong eksplan yang akan di tanam dalam botol kultur.
3.    Oven berfungsi sebagai alat untuk mensterilisasi alat yang akan digunakan dalam media kultur.
4.    Tabung reaksi digunakan pada saat mengerjakan isolasi protoplas dan isiolasi khloroplas.
5.    Autoclave berfungsi untuk mensterilkan bahan atau alat yang pada umumnya terbuat dari logam, plastik, karet, tekstil gelas juga liquid (cairan) dalam keadaan terbungkus maupun tidak.
6.    Kompor listrik untuk pemanas saat memasak media.
7.    Inkubator  berfungsi untuk mensterilisasi alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum.
8.    Erlenmeyer berfungsi sebagai tempat untuk memanaskan media yang akan dibuat.
9.    Rak penyimpanan media berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan botol-botol kultur yang berisi media.
10.  Timbangan analitik berfungsi untuk menimbang nutrisi yang akan diberikan pada media.
11.  Pipet micron berfungsi untuk mengambil nutrisi yang akan diberikan pada media.
12.  pH meter berfungsi untuk mengukur pH suatu media.
13.  Laminar air flow berfungsi sebagai alat untuk mensterilisasikan media.
5.2.  Saran
1.    Untuk laboratorium agar dibersihkan dan dirapikan alat-alatnya
2.    Untuk asisten agar memberikan penjelasan secara detail tentang praktikum ini ke pada para praktikannya

Tidak ada komentar: